Rabu, 14 Desember 2011

ISS: International Space Station and IT Telkom Satellite Society


Sudah lama tidak Posting lagi semenjak saya off Job dari kantor lama :) Meskipun sudah tidak di provider satelit lagi, namun saya masih menekuni dunia persatelitan hingga saat ini. Berikut adalah post saya mengenai rencana kerjasama ARC ITT dan AMSAT-ID untuk dapat kontak AR dengan ISS (International Space Station) dan juga berdirinya IT Telkom Satellite Society.


Amateur Radio on the International Space Station

Bagi rekan yang belum tahu ISS, maka berikut saya suguhkan video ISS (Stasiun Luar Angkasa) yang sedang mengorbit di orbit LEO. Sangat menarik sekali para Astronot disana dapat merekam pemandangan bumi dari ketinggian angkasa seperti di video berikut.


Earth | Time Lapse View from Space, Fly Over | NASA, ISS from Michael König on Vimeo.

dan, berikut adalah kegiatan komunikasi yang dilakukan dari dalam kabin ISS dengan seorang Amatir Radio di bumi bernama Robb Kunz yang berlangsung beberapa menit saja.


My two way contact with Doug Wheelock on the International Space Station (ISS) from Robb Kunz on Vimeo.

Tentunya komunikasi tersebut dapat berlangsung karena perangkat dan mode komunikasi Amatir Radio yang dimiliki kedua belah pihak baik di Bumi atau ISS itu sendiri. Tak sabar rasanya ingin juga mencoba kontak komunikasi dengan para astronot ISS di luar angkasa dari perangkat Ground Station yang kita miliki melalu Band Amatir. Beruntungnya hal tersebut akan sangat mungkin terlaksana melalui kerjasama dengan AMSAT-ID (Amateur Satellite Indonesia).

ARC ITT, ORARI JABAR dan AMSAT-ID dalam diskusi

Pada beberapa pekan yang lalu, kami tim ARC ITT berkesempatan untuk meramaikan acara Solo International Techno Exhibition 2011 sebagai peserta pameran di Keraton Kasunanan Surakarta, Solo. Pada acara tersebut juga hadir AMSAT-ID untuk mengisi sesi Pameran dan juga Workshop AMSAT. Kebetulan di sela acara saya bertemu dengan Bp. Hakim Satar - YB0AN (President of AMSAT-ID) dan juga Bp. Gunarso - YB1LZ  (Kabid. Optek ORARI Jabar). Alhasil dengan momentum yang tepat tersebut kami memulai diskusi perkembangan kegiatan AMSAT di Indonesia dan juga di kalangan akademisi kampus. Diskusi tersebut akhirnya berujung pada kesepakatan kami semua pada saat itu yaitu ARC ITT, ORARI Jabar dan juga AMSAT-ID untuk dapat menyemarakkan kegiatan AMSAT di ranah akademisi.
Read More...

Kamis, 11 Agustus 2011

My Dream Ground Station: SDR, Custom Dish and Tracking Rotor


Kali ini saya ingin membahas spesifikasi yang saya inginkan pada ground station impian saya. Sebenarnya bahan tulisan ini sudah sejak lama saya peroleh namun belum sempat saya olah menjadi tulisan. Curi-curi waktu luang kerja untuk bisa menulis tulisan ini. Semoga bisa cicil mulai dari tulisan terlebih dahulu baru beli dan oprek perangkatnya :)

Untuk awalan saya coba suguhkan video dari FUNCube sebuah proyek satelit nano CubeSat beserta ground station-nya yang dipelopori oleh Amsat-UK.


Sungguh sangat menginsiprasi saya untuk memiliki Ground Station seperti itu juga nantinya. Amien.


SDR – Software Defined Radio

Terinspirasi dari video tersebut dan juga kocek dana yang belum mencukupi untuk membeli perangkat radio maka saya memutuskan untuk sebisa mungkin meniru cara kerja FUNCube dongle tersebut. Selain software SDR nya dapat diunduh secara gratis dan dapat kita buat sendiri perangkatnya.

OM Daryono at JakFOX 2011
Suatu waktu pada event JakFox 2011 bertepatan pada Ulang Tahun kota Jakarta ke-484 kala itu saya bertemu dengan OM Daryono – ketua HARC Indonesia (Homebrew Amateur Radio Club). Kebetulan pada waktu itu beliau sedang pameran karya-karya SDR buatannya jadilah saya bertanya-tanya lebih jauh mengenai SDR dan cara membuatnya. Beliau berkata bahwa untuk perangkat sangat mudah untuk dapat dibuat dengan tangan sendiri dan komponennya pun cukup mudah didapat. Saya pun sangat tertarik untuk bisa membuat sendiri perangkat SDR dengan tangan saya.

Berlanjut dengan perbincangan di email, alhasil beliau share dokumen OM YU1LM yang tersedia di internet tentang desain rangkaian SDR lengkap dengan gambar board dan jenis-jenis komponen yang akan digunakan. OM Daryono lantas menunjukkan hasil rekaman percakapan beliau di udara melalui SDR yang dia buat sendiri. Hasilnya cukup bagus dan tidak mengecewakan. Saya langsung berencana untuk mengundang beliau suatu waktu untuk bisa share tentang SDR pada rekan Amateur Radio CLub (ARC) IT Telkom nantinya dan syukur beliau pun meng-iya-kan usulan tersebut. Mudah-mudahan bisa ketemu  ngobrol dan share lebih banyak lagi di lain waktu. Terima kasih OM Dar. Berikut adalah gambar salah satu rangkaian SDR OM YU1LM.
Read More...

Selasa, 05 Juli 2011

Event Reports: APSAT 2011




Hari Kamis tepatnya tanggal 16 Juni lalu akhirnya saya berhasil mengikuti gelaran APSAT 2011 yang diadakan di Hotel Le Meridien, Jakarta. Kali ini saya datang bukan sebagai ASSI member (student) di acara tersebut ataupun nama perusahaan. Saya hadir di sana atas ajakan rekan satu tim RG Nanosat di IT Telkom yaitu saudara Suryadi dan memosisikan diri sebagai pendukung Bp. Arifin Nugroho yang akan presentasi mengenai IiNusat di forum tersebut.

Sudah kali kedua saya mengikuti gelaran APSAT, dan acara ini semakin menarik saja dari tahun ke tahun. Walaupun hanya bisa hadir di hari kedua gelaran tersebut namun saya masih dapat mendengarkan diskusi menarik di forum tersebut, diantaranya adalah Cellular Backhaul Demand Overview, Satellite Operator Backhaul Solution dan Early Warning and Emergency & Disaster Communication Systems. Beberapa presenter yang hadir pada hari itu adalah kalangan dari perusahaan seperti Telkomsel, Indosat, XL-Axiata, PSN, Metrasat, Comtech, Hughes, SkyFiber Corp., Melco (Mitsubishi Electric Corporation) dan juga Lembaga terkait seperti MASTEL, LAPAN, BMKG dan INSPIRE.

Cellular Backhaul Overview

Satellite Mobile Backhaul Demand in Indonesia
Pada bahasan Cellular Backhaul Overview diisi oleh presenter dari kalangan operator selular di Indonesia. Mereka memaparkan kebutuhan satelit sebagai solusi backhaul bagi BTS mereka yang tidak tercakup layanan FO ataupun Microwave terrestrial. Mayoritas permintaan layanan backhaul berada pada wilayah timur indonesia. Wilayah timur Indonesia memang belum adanya infrastuktur akses komunikasi ke arah sana selain menggunakan satelit. Meskipun ada Palapa Ring nantinya, namun akses satelit masih tetap diandalkan pada kontur yang sulit di pedalaman wilayah timur Indonesia seperti Kepulauan Maluku, Nusa Tenggara Timur dan Papua.

Read More...