Senin, 06 Juni 2011

Info: APSAT 2011 International Conference - Jakarta, Indonesia


Pagi ini saya mendapat email mengenai acara APSAT 2011 yang sudah saya tunggu-tunggu semenjak awal tahun ini. Alhasil karena saya bukan lagi anggota ASSI (student member) dan sudah menjadi pegawai salah satu perusahaan satelit di Indonesia, maka saya kemungkinan besar hanya terima kabar saja :).

Bahasan pada 2011 nampaknya akan lebih semarak dari APSAT tahun lalu dilihat dari banyaknya panelis dan lamanya acara yaitu 1.5 hari. Hadir juga bahasan dari INSPIRE dan IiNusat-nya di acara tersebut. Semoga momen tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan utilitas satelit di kawasan Indonesia.

Berikut adalah detil informasi acaranya:

ASIA-PACIFIC SATELLITE COMMUNICATION SYSTEMS INTERNATIONAL CONFERENCE

APSAT 2011
Delivering Broadband Access to Anywhere

Le Meridien Hotel, 15-16 June 2011


Background

The APSAT 2011 is the 10th ASSIs consecutive annual international conference series on the satellite communication aspect and it is a remarkable annual event in Indonesia and it is being acknowledged, recognized and endorsed by international telecommunication societies, professionals and government institutions. ASSI (Asosiasi Satelit Indonesia) or (the Indonesian Satellite Association) is an inclusive non-profit organization, based in Bandung, established in 1998, to promote and encourage the satellite industry, including the satellite community development in Indonesia, through national-international multi discipline collaboration; and to address wide range satellite related issues.
Read More...

Sabtu, 04 Juni 2011

Adi R Adiwoso: "Unlocking the Value"

Bp. Adi Rahman Adiwoso adalah salah satu tokoh satelit Asia-Pasifik yang sangat menginspirasi kita semua untuk melirik penerapan teknologi satelit yang amat vital sebagai tulang punggung jaringan telekomunikasi nasional. Berkat hasil buah pikirnya bersama Prof Dr. Iskandar Alisjahbana maka teknologi satelit nasional dapat menjamin terjalinnya komunikasi telepon dari ujung Barat hingga ke Timur di setiap pelosok desa terpencil di Nusantara. Tak heran berkat jasanya jikalau beliau dijuluki sebagai Bapak Komunikasi Satelit Nasional.

Berikut adalah video rekaman bincang-bincang Peter F. Gontha dengan Bp. Adiwoso di salah satu channel TV lokal mengenai kancah beliau di dunia persatelitan.


Read More...

Rabu, 18 Mei 2011

Indonesia Satellite History - Part 3

Part 3: LAPAN and INSPIRE Satellite Program


LAPAN Satellite Program

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional atau yang lebih dikenal dengan singkatan LAPAN memiliki banyak kegiatan observasi di bidang keantariksaan. Salah satunya adalah  penelitian dan pengembangan satelit pada Pusat Teknologi Satelit LAPAN. Beberapa satelit telah dibuat dan diluncurkan oleh LAPAN dan diharapkan program ini akan berlanjut guna kemandirian di bidang teknologi dirgantara melalui pengembangan satelit dan roket.

INASAT-1

INASAT-1
Tahun 2006 lalu menjadi tahun yang sangat penting bagi bidang persatelitan Indonesia. Pasalnya pada tahun tersebut Indonesia berhasil membuat* satelit pertama buatan negeri sendiri. Satelit yang diberi nama INASAT-1 tersebut adalah satelit nano alias satelit yang menggunakan komponen elektronik berukuran kecil, dengan berat sekitar 10-15 kg. Satelit itu dirancang dengan misi untuk mengumpulkan data yang berhubungan erat dengan data lingkungan (berupa fluks magnet didefinisikan sebagai muatan ilmiah) maupun housekeeping yang digunakan untuk mempelajari dinamika gerak serta penampilan sistem satelit di orbitnya. Adapun satelit itu dirancang bersama oleh PT Dirgantara Indonesia dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), khususnya Pusat Teknologi Elektronika (Pustek) Dirgantara. Berbekal nota kesepakatan antara LAPAN, PT Dirgantara Indonesia, serta dukungan dana dari Riset Unggulan Kemandirian Kedirgantaraan 2003, maka dimulailah rancangan satelit Nano dengan nama INASAT-1 (Indonesia Nano Satelit-1).

Read More...